
Lebih lanjut, Illiza memaparkan sejumlah program prioritas Pemko Banda Aceh dalam RPJM 2025–2029. Menurutnya, seluruh program tersebut akan lebih berhasil apabila didukung oleh kekuatan moral dan spiritual masyarakat.
“Di sinilah kami berharap NU terus menjadi mitra pemerintah, memberikan masukan, mengawal pembangunan, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Banda Aceh, Abati Aulia menyampaikan komitmen kepengurusan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh di berbagai bidang.
“Atas nama PCNU, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wali Kota dan seluruh jajaran, serta Ketua DPRK atas dukungan dan perhatian, sehingga pelantikan dapat terlaksana dengan baik.”
“Sinergi ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan maslahat, menghidupkan Ahlussunnah wal Jamaah, dan mewujudkan kota kolaborasi yang religius, adil dan bermartabat,” ujar Abati Aulia.
“Kami siap berkontribusi untuk umat. Hakikatnya kami adalah khadimul ulama, pelayan para ulama dan umat,” ujarnya lagi.
Turut hadir pada acara tersebut, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, unsur Forkopimda Kota Banda Aceh beserta sejumlah pejabat lainnya, para ulama, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama Kota Banda Aceh. (*)












