LM – Pengamat Politik dari Indikator Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, sosok Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bisa menambal elektabilitas Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Sebab, kelemahan sang ketum Gerindra adalah basisnya kalah di Jawa Timur setelah dua kali ikut Pilpres.
“Secara teritori Khofifah itu bisa menambal kekurangan elektabilitas Prabowo selama ini dua kali ikut Pilpres salah satu kelemahan terbesar Prabowo adalah basisnya di Jawa Timur itu kalah dari Jokowi. Jadi, memilih Khofifah itu secara teritori dengan harapan bisa meningkatkan elektabilitas Prabowo di Jawa Timur, maka jawabannya adalah Khofifah yang saat ini Gubernur Jatim,” kata Adi lewat pesan suara, Jumat (17/2).
Menurut Adi, dengan digandengnya Khofifah harapan terbesar Prabowo ialah bisa diterima oleh kalangan Nahdliyin selama Pilpres dua kali pada 2014 dan 2019. Sebab, Prabowo relatif tidak mendapat suara signifikan dari kalangan Nahdliyin.
“Saya kira dua hal itu menjadi pertimbangan mengapa belakangan Khofifah dikaitkan dan disandingkan dengan Prabowo, untuk disebut layak maju pilpres bersamaan, alasan teritori dan alasan pemilih Nahdliyin,” tuturnya.
Cak Imin Rela?
Namun, kata Direktur Eksekutif Parameter Politik itu, dari hasil survei elektabilitas Khofifah masih berada di posisi keempat. Dia masih kalah dari Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Tapi karena Khofifah ini dianggap punya kekuatan teritori posisinya sebagai Gubernur Jatim yang selama ini menjadi kelemahan Prabowo dan dianggap mampu mengkonsolidasikan dengan Nahdliyin. Maka di situlah belakangan kemudian isu Prabowo dan Khofifah kembali mencuat,” terangnya.












