Dalam keterangannya, Dahnil juga menyinggung adanya praktik-praktik yang selama ini dianggap merusak tata kelola haji. Ia menyebut pembenahan yang dilakukan pemerintah kerap mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari sistem tersebut.
“Banyak yang benci saya dengan Pak Menteri karena kartel haji ini sudah terlanjur sistematis. Kita butuh KBIHU yang jujur membimbing jemaah. Jangan jadikan jemaah sebagai komoditas,” kata Dahnil.
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin praktik oknum tertentu mencoreng nama baik KBIHU yang selama ini bekerja secara profesional dalam membimbing jemaah.
“Yang menjadi pelaku ini paham agama dan fikih. Kok tega melakukan hal seperti ini. Kita akan betul-betul kelola haji dengan akhlak yang tinggi dan ilmu yang tinggi juga. KBIHU yang mendukung umat, kami dukung penuh, dan jumlahnya sangat banyak. Jangan sampai karena oknum-oknum ini malah merusak KBIH yang serius membimbing umat,” ujarnya.
Di sela-sela pelepasan jemaah, Dahnil juga menyampaikan doa agar seluruh jemaah kembali ke Indonesia dengan selamat serta membawa nilai kemabruran dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap jemaah haji membawa oleh-oleh yang kekal, yaitu haji yang mabrur. Semoga peradaban kita semakin membaik dan semoga perjalanan jemaah lancar. Kami juga sudah mendapat konfirmasi dari pihak maskapai, semoga tidak ada kendala teknis lagi,” tutupnya.***










