Scroll untuk baca artikel
Seputar Aceh

Aksi 1 Jam Pungut Sampah Warnai Hari Guru di Aceh Besar

×

Aksi 1 Jam Pungut Sampah Warnai Hari Guru di Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Anita S,Km, M.Kes memonitoring aksi satu jam pungut sampah di SMPN 3 Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/11/2023).
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Anita S,Km, M.Kes memonitoring aksi satu jam pungut sampah di SMPN 3 Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/11/2023).

LM – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Hari Guru Nasional (HGN), dan HUT ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (KOPRI), seluruh sekolah di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, beraksi dengan menyelenggarakan aksi satu jam pungut sampah massal. Sabtu, 25 November 2023.

Baca Juga :  Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Untuk 10 Korban Napza

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto S.STP, MM, melalui Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita S, Km, M.Kes, mengajak seluruh kepala sekolah dan madrasah di wilayah tersebut untuk aktif berpartisipasi dalam upaya membersihkan lingkungan sekolah masing-masing. Aksi ini bukan hanya sebagai persiapan menyambut HUT PGRI dan HGN ke-78 serta HUT KOPRI ke-52, tetapi juga sebagai implementasi dari program rutin yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Table of Contents

“Program aksi satu jam pungut sampah ini merupakan wujud dari daerah kita sebagai daerah syariat Islam,” kata Anita. “Kebersihan bukan hanya sekadar tradisi atau kewajiban sesaat, namun menjadi bagian dari pembelajaran untuk menjaga diri dari kebersihan. Sebagai daerah syariat Islam, kita wajib menjalankan aksi ini sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai kebersihan yang merupakan sebagian dari iman.”

Baca Juga :  Jelang Hari Guru, Pj Bupati Aceh Besar Berikan Kursi Roda

Aksi satu jam pungut sampah ini tidak hanya dilaksanakan pada Hari Ulang Tahun PGRI, HGN, dan HUT KOPRI saja, melainkan telah menjadi program rutin Pj Bupati Aceh Besar selama kurang-lebih 14 bulan, dilakukan setiap hari Sabtu atau Minggu. Kali ini, fokusnya adalah di lingkungan sekolah, melibatkan ribuan siswa dan guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Ingin Jaya.

Anita menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan semua komponen masyarakat, baik dari pihak sekolah maupun lembaga pemerintah daerah yang terbagi pada setiap kecamatan. “Kegiatan ini serentak dilakukan di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Kami melakukan monitoring di dua sekolah, yakni SMPN 3 Ingin Jaya dan SD Gani, dengan melibatkan beberapa dinas dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ingin Jaya.”

Baca Juga :  Iskandar Ali, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh periode 2022-2027.

Sebelum tim monitoring tiba di dua sekolah tersebut, para murid bersama guru telah aktif melakukan aksi pungut sampah. “Para murid di dua sekolah ini bahkan sudah memulai aksi pungut sampah setengah jam lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan,” ungkap Anita. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dan kesadaran dari para pelajar untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar berharap agar kegiatan ini dilakukan dengan senang hati dan bersungguh-sungguh. Selain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga diarahkan agar sekolah-sekolah di Aceh Besar dapat menjadikan lingkungannya bersih, sehingga kehidupan di dalamnya pun menjadi lebih sehat.

Baca Juga :  Danlanud SIM Bersama Pj Bupati Aceh Besar Gelar Bakti Sosial

Anita menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan memiliki dampak besar pada kesehatan masyarakat. Sebagai contoh, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dapat diminimalkan dengan menjaga kebersihan lingkungan. “DBD dan beberapa penyakit lainnya memiliki pemicu dari lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial semata, melainkan memiliki dampak positif langsung terhadap kesehatan masyarakat.”

Aksi satu jam pungut sampah di SMPN 3 Ingin Jaya dan SD Gani Ingin Jaya melibatkan perwakilan dari berbagai instansi, termasuk Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian, Camat, dan Forkopimcam Ingin Jaya. Pengawas pembina sekolah, guru, dan murid sekolah turut aktif dalam kegiatan ini, menciptakan suasana kebersamaan dan gotong-royong yang memperkuat ikatan sosial di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dukung Kejaksaan Tinggi Aceh dalam Program Jaksa Masuk Dayah

Aksi bersih-bersih ini juga mencerminkan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah berbagai penyakit yang dapat timbul akibat kondisi lingkungan yang tidak bersih. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar menekankan bahwa upaya pencegahan penyakit seperti DBD harus melibatkan semua pihak, dan modifikasi lingkungan yang kotor menjadi bersih merupakan langkah konkret yang dapat diambil oleh masyarakat.

“Melibatkan semua pihak dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sebagai contoh, Pj Bupati Aceh Besar telah memberikan instruksi dan contoh konkrit dengan menggerakkan aksi satu jam gotong-royong pungut sampah di lingkungan Pemkab Aceh Besar. Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan membuka mata semua pihak akan pentingnya peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk kesehatan bersama,” pungkas Anita.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca