Scroll untuk baca artikel
Internasional

Menlu AS Tunda Kunjungan ke China karena Balon Mata-Mata

70
×

Menlu AS Tunda Kunjungan ke China karena Balon Mata-Mata

Sebarkan artikel ini
Sebuah balon melayang di atas ketinggian Billings, Montana, pada hari Rabu, 1 Februari 2023. AS sedang melacak balon pengintai China yang dicurigai telah terlihat di wilayah udara AS selama beberapa hari, tetapi Pentagon memutuskan untuk tidak menembak jatuh karena risiko bahaya bagi orang-orang di darat, kata para pejabat Kamis, 2 Februari 2023. Pentagon tidak mengonfirmasi bahwa balon di foto itu adalah balon pengintai.

LM – WASHINGTON — Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menunda kunjungan ke China yang diharapkan akan dimulai pada Jumat, 3 Februari 2023 lalu, setelah balon mata-mata China yang dicurigai terbang melintasi langit udara Amerika Serikat. Insiden ini disebut Washington sebagai “pelanggaran yang jelas” terhadap kedaulatan AS.

Para pemimpin militer AS mempertimbangkan untuk menembak jatuh balon pengintai ketinggian pada hari Rabu lalu. Namun kata pejabat setempat, pada akhirnya balon pengintai itu direkomendasikan kepada Presiden Joe Biden balon udara pengintai tersebut dibiarkan, karena risiko keamanan dari puing-puing.

Table of Contents

Pentagon mengatakan pada Jumat bahwa balon pengintai China lainnya diamati di atas Amerika Latin, tanpa mengatakan di mana tepatnya. “Kami melihat laporan tentang sebuah balon yang transit di Amerika Latin. Kami sekarang menilai itu adalah balon pengintai China lainnya,” kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder.

Sementara Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan Biden diberi pengarahan pada hari Selasa tentang penerbangan balon di atas Amerika Serikat dan disepakati pemerintah AS bahwa “tidak pantas melakukan perjalanan ke Republik Rakyat China saat ini”.

Sebelumnya, China menyatakan penyesalan bahwa sebuah “pesawat” yang digunakan untuk keperluan meteorologi sipil dan tujuan ilmiah lainnya telah tersesat ke wilayah udara AS. Jean-Pierre mengatakan pemerintah AS mengetahui pernyataan China itu.

“Tetapi kehadiran balon ini di wilayah udara kami, jelas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan kami serta hukum internasional. Hal ini tidak dapat diterima,” kata Jean-Pierre.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca