“Ketika di masjid pun demikian, langsung berdiri dan teriak. Jadi seperti ada gangguan kejiwaan. Jadi oleh kapolres yang bersangkutan berdinas di Tipikor Satreskrim dimutasi ke Purdokkes,” ucapnya.
Sementara dokter kejiwaan RSKD Dadi Makassar, Erwiani Sutono mengatakan pihaknya masih belum menentukan diagnosa Aipda HR mengalami psikotik akut atau tidak. Ia beralasan butuh beberapa hari untuk observasi kondisi kejiwaan Aipda HR.
“Untuk mendiagnosis psikiatik akut, itu juga butuh waktu. Kriterianya ada. Kami masih observasi. Biasanya butuh waktu 14 hari karena kami butuh serangkaian pemeriksaan psikotes dan psikometri,” tutupnya.(Merdeka.com)












