Scroll untuk baca artikel
Seputar Aceh

Peresmian Sumur Bor untuk Ketahanan Pangan di Aceh Besar

×

Peresmian Sumur Bor untuk Ketahanan Pangan di Aceh Besar

Sebarkan artikel ini

Upaya Tangani Krisis Air dan Gagal Panen

Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM memberikan kata sambutan pada peresmian sumur bor untuk pengairan persawahan Kemukiman Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (03/11/2023).
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM memberikan kata sambutan pada peresmian sumur bor untuk pengairan persawahan Kemukiman Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (03/11/2023).

LM – Hari ini, di Gampong Lamteugoh, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, meresmikan penggunaan sumur bor yang akan mengubah permainan dalam upaya ketahanan pangan daerah. Jum’at, 3 November 2023.

Baca Juga :  Kombes Pol Iqbal Sosialisasikan Keselamatan Berkendara di SMA Negeri 2 Banda Aceh

Sumur bor ini menjadi jawaban untuk mengatasi krisis air pada musim kemarau serta potensi gagal panen yang telah menghantui petani.

Table of Contents

Dalam sambutannya, Muhammad Iswanto tidak hanya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Gampong Lamteungoh, tetapi juga mengungkapkan betapa pentingnya proyek ini. Sumur bor tersebut menjadi sumber penyediaan air yang sangat dibutuhkan bagi areal persawahan. Terlebih, kondisi kekeringan yang melanda sebagai dampak El Niño dan pasca-pandemi Covid-19 telah menjadi rintangan besar bagi para petani.

Baca Juga :  Soal Stunting, Pemkab Aceh Besar Gelar Desiminasi Audit Kasus

“Kehadiran sumur bor ini tentunya menjadi sumber pengairan untuk area persawahan dan menjadi salah satu upaya untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau serta gagal panen,” ujar Iswanto. Upaya ini diharapkan bukan hanya akan mengairi lahan pertanian di musim kemarau, tetapi juga akan meningkatkan hasil panen.

Program ketahanan pangan dari Dana Desa tahun 2023 menjadi fondasi bagi pembangunan sumur bor ini. Salah satu tujuan dari program tersebut adalah memastikan setidaknya dua puluh persen dari dana desa dialokasikan untuk ketahanan pangan. Dalam hal ini, masyarakat Gampong Lamteungoh mengalokasikan dana tersebut untuk membangun satu unit sumur bor yang memiliki kedalaman mencapai 105 meter.

Kepala Desa Lamteugoh, Zaini Kasim S Pd, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan sumur bor ini telah ada sejak musyawarah desa (Musdes) dan telah dilanjutkan pada Musrenbang tahun 2022. “Maka di tahun 2023 baru terealisasi pembangunan sumur bor tersebut. Jadi, anggaran yang digunakan untuk sumur bor murni dari Dana Desa tahun 2023 sub Ketahanan pangan,” katanya.

Baca Juga :  Wali Nanggroe dan Rektor Universitas Se-Aceh Temui Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura

Sumur bor yang memiliki kedalaman 105 meter ini menghasilkan debit air berkapasitas lima belas liter per detik, dan setelah diuji coba selama 24 jam, sumur bor tersebut mampu mengeluarkan debit air berjumlah 21,600 liter. Ini adalah berita yang sangat menggembirakan, karena debit air dari sumur bor ini diharapkan akan mencukupi untuk mengairi lahan sawah seluas sekitar 30 hektar di Lamteugoh.

Peresmian sumur bor turut dihadiri oleh anggota DPRK, unsur Forkopimca Ingin Jaya, perangkat Gampong Lamteugoh, para keuchik dalam Kemukiman Lamteugoh, para penyuluh pertanian, dan tokoh masyarakat.[red]

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca