Scroll untuk baca artikel
Seputar Aceh

‘30 Hari tanpa Makan, 26 Meninggal’

92
×

‘30 Hari tanpa Makan, 26 Meninggal’

Sebarkan artikel ini
Anak-anak Rohingya sarapan di lokasi penampungan sementara yang disediakan Pemerintah Aceh di Ladong, Aceh Besar, Senin (9/1/2022). | EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK

Yang terkini, terjadi di Pantai Lamnga, Aceh Besar, pada Ahad (8/1). Sebanyak 69 lelaki dewasa, 75 perempuan dewasa, dan 40 anak-anak ikut serta dalam perahu pengungsian tersebut.

Kondisi terkini para pengungsi Rohingya tersebut mulai membaik. Lembaga swadaya masyarakat (LSM), pemerintah daerah, serta organisasi internasional pengungsi bekerja sama erat membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar.

Table of Contents

Humanitarian Coordinator Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, kepada Republika menyampaikan bahwa para pengungsi telah mendapatkan perawatan darurat. “Mereka membutuhkan air dan kami langsung mengerahkan kebutuhan dasar mereka ketika pertama kali mencapai pantai,” katanya, Senin (9/1).

Nasruddin (memantau dari dekat ratusan pengungsi yang kini telah ditempatkan sementara di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya, fasilitas Dinas Sosial Provinsi Aceh di Desa Ladong, Aceh Besar. “Tempat tersebut bekas rumah yatim piatu yang kosong, dan saat ini ditempati para pengungsi yang banyak terdiri atas anak-anak,” katanya.

Dari hasil penghitungan sementara yang dilakukan aparat keamanan dan instansi terkait lainnya, jumlah mereka yang terdampar adalah 184 orang. “Mereka kini beralaskan tikar di tempat pengungsi, kami sebisanya memberikan bantuan untuk alat tempat tidur,” kata Nasruddin.

Sementara itu, kebutuhan yang paling dibutuhkan adalah obat-obatan, selimut, pakaian, makanan, air minum, pakaian dalam dan alas tempat tidur. Hingga kini, kata dia, petugas masih melakukan proses evakuasi para pengungsi etnis Rohingya ke tempat penampungan sementara di  UPTD Dinas Sosial di Ladong.

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca