Scroll untuk baca artikel
Seputar Aceh

‘30 Hari tanpa Makan, 26 Meninggal’

92
×

‘30 Hari tanpa Makan, 26 Meninggal’

Sebarkan artikel ini
Anak-anak Rohingya sarapan di lokasi penampungan sementara yang disediakan Pemerintah Aceh di Ladong, Aceh Besar, Senin (9/1/2022). | EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK

Yayasan Geutanyoe bersama dengan pemerintah akan membantu pengungsi etnis Rohingya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kendati demikian, gelombang kedatangan belakangan membuat kondisinya tak mudah.

“Karena di 2022 yang lalu lima kali pendaratan dengan jumlah hampir 800 orang etnis Rohingya di datang ke Aceh sehingga membuat kita kewalahan untuk pendanaan maupun logistik,” ujarnya.

Table of Contents

Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Achsanul Habib mengatakan kepada Republika bahwa lima gelombang pengungsi Rohingya tiba di Aceh sejak November tahun lalu. “Jika dihitung dari gelombang November-Januari dengan lima gelombang, total terdapat 644 orang,” kata Achsanul Habib.

Jumlah pendaratan sepanjang November 2022-Januari 2023 tersebut saja sudah melampaui jumlah kedatangan sepanjang 2020 (395‬ orang) dan 2021 (186 orang).

Ia mengatakan, Kemenlu bekerja sama dengan Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), Badan Migrasi Internasional (IOM), dan LSM lokal membantu para pengungsi yang terdampar. “UNHCR, IOM, dibantu sejumlah LSM fokus tangani di lapangan, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar,” kata dia.

Dr Waliullah, seorang relawan yang lama mengabdi di pengungsian Cox’s Bazar di Bangladesh menuturkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan lonjakan pengungsi Rohingya dari Bangladesh belakangan, terutama tentang ketidakjelasan masa depan mereka.

“Mereka frustrasi tentang masa depan mereka. Dan saat orang frustrasi, mereka sering mengambil keputusan yang salah,” ujar dokter mata itu saat dihubungi Republika, Senin (9/1).

Eksplorasi konten lain dari LiniMedia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca