Dalam ceramahnya, UAS mengaku, takjub mendapatkan sambutan luar biasa di Kota Sukabumi. Apalagi, ia dijamu khusus oleh Wali Kota dan Forkopimda Kota Sukabumi. “Kota ini dikenal memabukkan dalam artian membuat orang terlena dan terpukau,” kata UAS.
Dia pun memberikan materi ceramah mengenai hikmah Maulid Nabi dan Hari Santri di depan jamaah. UAS mendorong umat Islam untuk menggerakan ibadah dengan memakmurkan masjid.
“Siapa yang membisikan Allahu Akbar kepada pejuang dari para alim ulama, kiai kepada para santri. Maka 22 Oktober (ditetapkan sebagai) Resolusi Jihad,’” ucap UAS. Dia menyampaikan, Kota Sukabumi merupakan wilayah unik, karena mengundangnya secara mendadak mengisi tausiah. Dia pun membagikan kisah, diundang di tempat lain, namun akhirnya kepala daerah sehari menjelang acara.
Di Sukabumi, ia awalnya dijadwalkan mengisi tausiah di sebuah SMK. Karena berita kedatangannya didengar oleh wali kota, ia pun diundang dan akhirnya bertemu. “Di tempat lain aslinya di tanah lapang karena mengkhawatirkan orang dipindah ke masjid. Tapi Sukabumi aneh acara di masjid, tapi dialihkan ke tanah lapang,” ujar UAS.(Republika.co.id)












