LM – Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Besar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pemantapan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Aceh Besar tahun 2023 di Pantai Riting, Kecamatan Leupung, yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 20 hingga 22 Oktober. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Tagana, termasuk dua anggota Tagana muda Aceh Besar, yang saat ini berjumlah 75 orang.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar, Bahrul Jamil S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan kompetensi seluruh relawan Tagana dalam menghadapi bencana serta meningkatkan pemahaman mereka tentang kebencanaan. “Ini akan menjadi ajang peningkatan kapasitas Tagana dalam menghadapi bencana, harapannya Tagana Aceh Besar semakin matang,” kata Bahrul Jamil, yang akrab dipanggil BJ.
Pada Rakor ini, narasumber Tagana Utama Nasional, Ir. Tarmizi Umar, memberikan materi tentang POSKO kesiapsiagaan dan latihan baris berbaris. Materi ini langsung ditangani oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar, Aulia Rahman, S.STP, M.Si, dan berjalan dengan baik dan lancar. “Alhamdulillah semua anggota Tagana kita sudah mempunyai kemahiran Baris berbaris jadi ini adalah salah satu pemantapan saja agar semakin kompak dan solid di lapangan,” ungkapnya.
Ir. Tarmizi Umar menjelaskan pentingnya posko dalam penanganan bencana. Posko diperlukan untuk memberikan informasi yang cepat, tepat, dan akurat, serta dapat memaksimalkan dan mengoptimalkan layanan. Selain itu, posko juga merupakan pilar utama dalam kecepatan dan ketepatan dalam menggerakkan operasi tanggap darurat bencana. Menurutnya, UU PB 24/2007 mensyaratkan bahwa provider PB harus membentuk posko, dan semakin kuatnya jejaring pusdalops KEMSOS memerlukan mitra posko yang kuat pula.
Selain itu, dalam Rakor tersebut turut hadir Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos), Munawar SKM, M.Si, dan Koordinator Tagana Aceh Besar, Ridwan MK.[red]












