LM – Video viral beredar di media sosial. Narasinya menceritakan tentang duka dan trauma mendalam bagi Rusdi. Seorang pemuda asal Probolinggo, Jawa Timur, yang berduka atas Tragedi Kanjuruhan. Kerusuhan yang terjadi pada 1 Oktober lalu menyebabkan tiga orang temannya meninggal dunia.
Memori kelam itupun masih terus membekas di benak Rusdi meski kejadian ini sudah dua minggu berlalu. Ia bahkan sampai tak mau pulang ke rumah dan memilih hidup menggelandang di stadion sendirian. Simak ulasannya:
Kisah Pilu Aremania Asal Probolinggo
Rusdi merupakan salah satu Aremania yang selamat saat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur terjadi. Namun nahas, tiga temannya yang datang bersama dengannya untuk menonton laga pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya justru tewas saat kericuhan terjadi.
Hal itu tentu menyisakan duka dan trauma mendalam bagi Rusdi. Usai mengantar jenazah tiga temannya pulang ke Probolinggo, ia disebut justru langsung kembali ke Malang. Sejak saat itulah Rusdi tak pernah mau pulang ke rumah dan memilih tinggal menggelandang di stadion.
Setiap harinya, Rusdi hanya berjalan mondar-mandir di sekitar stadion. Wajahnya tampak kebingungan seperti orang linglung dengan tatapan kosong. Ia juga disebut sulit diajak untuk berkomunikasi dan lebih banyak terdiam.(Merdeka.com)












