Sebagai kota yang memiliki pengalaman panjang dalam penanggulangan bencana, Banda Aceh juga siap berbagi pengetahuan dan membangun kerja sama di bidang manajemen krisis, sistem peringatan dini, riset kebencanaan, serta pembangunan infrastruktur komunikasi darurat.
Menutup paparannya, wali kota menegaskan bahwa Banda Aceh memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Aceh sekaligus gerbang di kawasan Selat Malaka. Didukung tren pembangunan yang positif, meningkatnya kerja sama daerah, serta iklim investasi yang aman dan kondusif, Banda Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pembangunan berbagai pihak.
“Jika ada yang bertanya apakah Banda Aceh siap untuk berkolaborasi dan menerima investasi? Jawabannya: pasti. Kami sangat siap berkolaborasi,” tegasnya.
Turut hadir dalam forum tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Wibi Andrino, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin H.R., Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, serta sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa. (Riz)






