Bakri melanjutkan, UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap penciptaan lapangan kerja. “Keberadaan UMKM dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menyelamatkan semua pihak dari krisis ekonomi,” katanya.
Merujuk data dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Banda Aceh, jumlah UMKM per Agustus 2022 sebanyak 17.308 UMKM. “Hal ini menunjukkan bahwa market di Banda Aceh masih sangat besar, sehingga menjadi peluang baik bagi semua untuk memperkuat ekonomi daerah bahkan nasional,” ungkapnya lagi.
“Oleh karena itu, kegiatan Pekan UMKM dan Pasar Murah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap para pelaku usaha UMKM di Kota Banda Aceh,” kata Bakri.
Sementara itu, Kadis Kopukmdag M Nurdin mengatakan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan dalam Peukan UMKM yakni Pasar Murah, Bazar Produk UMKM, Talkshow Pembiayaan UMKM dan Lomba Masak Nasi Goreng.
“Komitmen kita, sesuai arahan Pak Wali Kota. Untuk tetap menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus upaya aktif kita menekan laju inflasi, kita kembali menggelar pasar murah. Kali ini, bersamaan dengan Peukan UMKM akan kita gelar. Warga bisa membayar menggunakan QRIS BSI atau BAS,” katanya.
Lanjutnya, untuk kegiatan Pasar Murah, disiapkan sebanyak 800 paket dan setiap paketnya terdiri dari 4 komoditas utama yaitu 10 kg (1 karung) beras dengan harga beli Rp 90.000, 2 liter minyak goreng seharga Rp 36.000, 2 kg gula dengan harga beli Rp 23.000 dan 1 lempeng (30 butir) dengan harga beli Rp 41.000.
“Total harga beli normal di pasaran setiap paket sebesar Rp 240.000, disubsidi oleh Pemko Banda Aceh sebesar Rp 50.000 per paket. Jadi, masyarakat dapat membeli dan membawa pulang satu paket sembako itu dengan hanya membayar Rp 190.000 saja,” ungkapnya.












