Linimedia.id– Anggota DPRK Banda Aceh, Tgk Januar Hasan, menegaskan bahwa penegakan Syariat Islam merupakan harga mati yang tidak boleh ditawar di Kota Banda Aceh. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus berdiri bersama pemerintah untuk menjaga marwah ibu kota Provinsi Aceh sebagai daerah yang menjalankan Syariat Islam secara kaffah.
Pernyataan tersebut disampaikan Tgk Januar Hasan sebagai bentuk dukungan terhadap langkah Wali Kota Banda Aceh yang terus memperkuat penegakan qanun syariat di tengah meningkatnya berbagai bentuk pelanggaran yang dinilai mulai meresahkan masyarakat.
“Kita mendukung penuh kebijakan Wali Kota Banda Aceh dalam memberantas pelanggaran syariat Islam. Ini bukan semata-mata soal penegakan aturan, tetapi juga menjaga marwah daerah yang selama ini dikenal sebagai Serambi Mekkah,” kata Tgk Januar Hasan kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penerapan Syariat Islam di Aceh memiliki dasar hukum yang jelas sebagai bagian dari kekhususan daerah. Karena itu, seluruh pihak wajib menghormati dan mendukung pelaksanaannya agar qanun tidak hanya menjadi aturan di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
Ia menilai penegakan syariat harus dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis melalui pembinaan dan edukasi, khususnya kepada generasi muda. Dengan cara itu, masyarakat akan memahami bahwa Syariat Islam bertujuan menjaga moral, ketertiban, dan kemaslahatan bersama.
“Tidak cukup hanya mengandalkan aparat. Peran keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan lingkungan sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar patuh terhadap Syariat Islam,” ujarnya.
Tgk Januar Hasan juga mengingatkan bahwa berbagai pelanggaran syariat yang belakangan terjadi harus menjadi perhatian serius. Pemerintah kota bersama seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan pengawasan sekaligus memperkuat pembinaan agar Banda Aceh tetap menjadi daerah yang religius, aman, dan nyaman.
Ia turut mengapresiasi komitmen Wali Kota Banda Aceh yang dinilai konsisten menjaga nilai-nilai Islam di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Menurutnya, keberanian pemerintah mengambil langkah tegas patut mendapat dukungan seluruh masyarakat.
“Banda Aceh adalah wajah Aceh. Kita ingin kota ini tetap menjadi contoh dalam penerapan Syariat Islam yang berkeadilan, humanis, dan memberi rasa nyaman bagi seluruh masyarakat. Karena itu, penegakan Syariat Islam adalah harga mati yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.[***]












